MEJAQQ.COM AGEN JUDI POKER DOMINOQQ BANDARQ ONLINE TERBESAR DI ASIA MEJAQQ
Rp.20.000

Selasa, 30 April 2019

Cewek Panggilan di Warung Nasi


DESAHAN PRIA - Seperti biasa, malam hari sekitar jam 19:00, sepulang kerja aku selalu mencari tempat untuk makan, dan aku teringat oleh kata temanku yang baru siang tadi makan di warteg. Karena jarak antara kantor dan lokasi agak jauh maka aku segera buru-buru melarikan kuda ku. Sesampainya di sana aku agak bingung, karena begitu banyak kuda.

Tanpa pikir panjang kuparkir di tempat yang agak jauh. Kuda yang parkir di situ rata-rata adalah kuda luar kota, kebanyakan plat L dan W. Ketika memasuki tempat, di sana ada banyak meja yang kosong, sempat aku berpikir, “Apakah aku salah tempat?”

“Dut..” kulihat seorang teman memanggil diriku.

Aku biasa dipanggil endut oleh teman karena perut yang agak-agak buncit dikit, mungkin karena terlalu banyak minum alkohol.

Baca Juga : Kuentot Perawan Tetangga Sebelahku

“Don, ngapain di sini?” tanyaku ke Doni, karena kulihat di mejanya hanya ada sebotol Fanta.

“Lagi nunggu,” sahutnya.

“Nunggu apa? Makanan?” tanyaku penasaran.

“Lagi nunggu servis,” balasnya yang membuatku penasaran.

“Servis apa? Kuda?” tanyaku semakin penasaran.

“Lha kamu mau apa?” Doni balik bertanya.

“Makan,” jawabku polos.

“Wah kuno kamu, di sini ada servis selain makan dan minum,” balas Doni sambil menyeringai.

“Mas, mau pesan apa?” tanya seorang cewek yang sempat membuatku terkejut.

“Eh.. di sini ada apa aja?” jawabku.

“Di sini ada cewek,” sahut Doni seraya mengerlipkan sebelah mata kepada cewek tadi.

“Ah.. Mas Doni ini, genit ah.. kan pelanggan baru kalau nggak mau bagaimana?” jawab si cewek agak manja.

“Saya pesan nasi campur dan es jeruk yang lainnya nanti saja,” jawabku sambil memperhatikan cewek yang akhirnya kutahu namanya adalah Mimin.

Agen BandarQ Online - Mimin adalah pegawai di warung itu, selain cantik juga mempunyai tubuh yang lumayan, tinggi; sekitar 170 cm, kulit; putih mulus, dada; sekitar 36, pinggul; seksi. Sambil makan dan berbincang, baru kutahu kalau si Doni ini sering ke sini, makanya dia berani menggoda Mimin. Selesai makan Doni mengajakku ke sebuah ruangan di dalam warung itu, ruangan itu tidak terlalu lebar tapi sangat panjang dan memiliki banyak kamar dan hanya ada satu pintu untuk masuk dan keluar. Kulihat Doni memasuki kamar pertama, dan ternyata di situ adalah tempat receptionis dan seorang wanita yang sedang menulis-nulis sebuah buku.

“Mbak, ada yang kosong?” tanyanya.

“Ada, ehm.. mau dua atau satu Don, atau.. masing-masing dua?” sambil melihat ke arahku.

“Masing-masing satu aja, ini temanku baru pertama kali ke sini,” katanya.

“Oke, mau yang mana?” tanya wanita itu sambil memberikan foto-foto cewek lengkap dengan nama dan umur mereka di balik foto-foto itu.

“Eh.. kamu mau yang mana?” tanya Doni kepadaku.

Kemudian aku melihat separuh foto-foto itu karena yang separuhnya sedang dilihat Doni. Tak lama setelah kami bertukar foto, aku memilih sebuah foto yang dibaliknya ada nama Putri dan berumur 20 tahun.

“Oke, silakan tunggu di kamar 30 dan 31!” jawab wanita itu sambil memberikan kunci kamar nomor 30 kepadaku.

Sambil berjalan menuju kamar 30, aku sempat mendengar suara desahan nafas yang sangat kuhafal karena sering menonton film biru. Ketika aku sampai di depan pintu kamar seorang cewek cantik berusia sekitar 18 tahun menghampiriku dan bertanya,

“Mau sama Mbak Putri ya Mas?” tanyanya.

“Iya..” jawabku sambil mengamati wajah dan tubuh yang hanya mengenakan kaos ketat tipis tanpa BH dan celana ketat pendek.

“Mas baru pertama ya ke sini?” tanyanya menyelidik.

“Iya.. kok tahu?” sahutku.

“Iya, tahu dong kan yang masuk sini selalu saya perhatikan dan kebanyakan hanya om-om. Oh iya nama saya Nani. Situ siapa?” tanyanya.

“Aku Choly. Masuk yuk, di dalam kan lebih enak!” sambil membuka pintu kamar dan menutup setelah Nani masuk.

Setelah berbincang dengan dia baru kutahu kalau dia anak pemilik warung yang tidak diperhatikan oleh orangtuanya karena sibuk dengan urusan warung, makanya dia berada di ruangan itu tanpa sepengetahuan orangtuanya. Tak berapa lama kemudian pintu kamar terbuka, ternyata Putri yang kupesan tadi.

“Maaf, lama menunggu ya,” kata putri.

“Udah dulu ya Mas, Mbak putri sudah datang, silakan bersenang-senang,” kata Nani.

“Lho, Nani nanti kalau ibu tahu kamu bisa dimarahi lho,” kata Putri.

“Cuek aja, yang penting bisa happy,” kata Nani.

“Mas sudah lama nunggu ya?” tanya Nani.

“Ah enggak kok, lagian kan ada Nani,” kataku.

“Saya ke kamar mandi dulu ya, Mas buka saja dulu pakaiannya supaya lebih rileks,” kata Putri.

Setelah Putri masuk kamar mandi, kubuka baju dan celana sampai telanjang bulat. Sambil menunggu kuperhatikan kamar itu, ternyata itu adalah kamar Putri, di sana banyak foto Putri sedang in action. “Wah Mas kok nafsu banget, nggak pakai pemanasan?” tanya Putri menyadarkanku dari lamunan. Ternyata Putri sudah tidak memakai apa-apa kecuali handuk yang hanya mampu menutupi dadanya yang kalau dilihat dia berukuran 35D itu, dan daerah liang senggamanya hanya tertutupi oleh bulu kemaluan yang tidak terlalu lebat.

“Mas, kok ngelamun?” tanya dia lagi.

“Wah tubuhmu bagus sekali,” jawabku.

Tanpa basa-basi kutarik tubuh itu dan kuciumi bibir tipis yang membuat wajahnya menjadi cantik. Putri tidak membalas ciuman pada menit pertama, tapi lama kelamaan dia mulai membalas ciumanku dengan sangat buas. “Mas rebahan di kasur ya! Biar bisa isep itu,” sambil menunjuk ke arah kemaluanku yang tak terasa sudah mulai menegang.

Aku langsung saja tiduran dan dia membuka handuk yang menempel tadi dan menjatuhkannya di lantai. Ternyata aku salah menilai susu yang besar itu, ternyata berukuran 36D. Setelah menaiki kasur dia langsung menciumi bibirku dan perlahan mulai turun dan akhirnya dia mengulum batang kemaluanku yang berukuran sekitar 15 cm itu. Aku pun menikmati permainan itu, secara perlahan dia mulai menaikiku dan mengarahkan batang kemaluanku yang sudah siap perang ke arah lubang kemaluannya. “Bless..” dan, “Ah..” Putri mendesah sambil memejamkan matanya. Agak lama dia terdiam dan aku merasakan sesuatu yang memijit batang kemaluanku di dalam lubang kemaluannya. Dia mulai membuka mata dan menaik-turunkan pinggulnya.

“Ah.. ah.. ah.. Mass.. ah.. ennaaknyaa.. ah..” sambil terus menaik-turunkan pinggulnya. Sampai akhirnya dia menjerit “Mass.. aku.. mauu.. keluuarr.. ah..” kurasakan ada cairan yang menyemprot kemaluanku dengan derasnya. Namun aku masih belum bisa menerima perlakuan ini, aku ganti posisi sehingga aku berada di atas dan dia membuka kakinya lebar-lebar seakan menyambut kedatangan kemaluanku. “Ayo Mas, puaskan Mas, basahi memek ini Mas.” Tanpa ba bi bu, aku langsung menggenjot dia sehingga dia mengalami klimaks yang kedua kalinya.

“Aaah.. aah.. aah.. Maass..”

“Puutt.. aku.. su.. dah.. nggak.. kuaat.. ah..”




Kuakhiri kata-kata terakhir sambil memuncratkan spermaku ke dalam lubang kemaluannya. “Mas ini kuat sekali ya, aku belum pernah seperti ini,” katanya sambil lubang kemaluannya memijit batang kemaluanku yang masih tegang di dalam. “Aku juga Put, belum pernah merasakan yang seperti ini.” Dan kami melakukannya sekali lagi karena kemaluanku masih tegang dan dipijat terus oleh lubang kemaluannya, jadinya tidak bisa tidur walau sudah keluar.

Setelah selesai aku membersihkan diriku di kamar mandi. Selesai mandi aku keluar kamar dan melihat Putri tertidur, aku langsung saja keluar kamar, eh.. ternyata Doni sudah lama menungguku dan dia sudah membayar ongkos service tadi. Aku pun pamit dan berterima kasih pada Doni karena sudah malam dan besok masih ada pekerjaan yang menunggu di kantor.

Pada hari Sabtu sore aku berjalan-jalan di sebuah pertokoan di dekat alun-alun. Kulihat jam sudah menunjukan pukul 18.00 dan perutku sudah mulai lapar. Ketika mencari sebuah rumah makan aku melihat ada seorang gadis yang duduk sendiri membelakangiku dan tampaknya gadis itu adalah Nani anak dari yang punya Warung, dan kusapa dia.

“Hi, Nan..” sapaku.

“Oh, Mas Choly..” kata Nani.

“Sendiri?” tanyaku.

“Nggak, sama teman,” jawabnya.

“Sama pacar?” tanyaku lagi.

“Pacar? belum punya tuh,” katanya.

Tak lama kemudian ada sepasang muda-mudi yang bergandengan tangan ke arah kami.

“Mas kenalin ini teman saya Erika dan Budi,” kata Nani.

“Hai saya choly,” kataku memperkenalkan diri.

“Saya Erika,” kata Erika.

“Budi,” kata Budi.

“Kok lama banget sih, kamu lagi pesan atau buat masakan?” tanya Nani.

“Kan antri non,” kata Erika.

“Cho, kamu nggak pesan?” tanya Budi.

“Sudah tadi,” kataku.

“Nan, kamu nanti ikut kami nggak? Berempat kan asyik,” kata Erika.

“Tanya dulu dong, masa langsung angkut. Mas Choly ada acara nggak?” tanya Nani.

“Nggak ada,” kataku.

“Mau ikut kami?” tanya Nani.

“Ke mana?” tanyaku.

“Ada deh,” kata Nani.

“Boleh, lagian besok libur kantor, nganggur,” kataku.

Sambil makan aku memperhatikan Erika yang tak kalah cantik dibanding Nani, tingginya sekitar 160 cm, dadanya sekitar 34, kulitnya coklat, pinggulnya agak kecil. Setelah makan kami menuju ke areal parkir. Karena masing-masing bawa kuda, maka aku satu kuda sama Nani karena dia yang tahu mau ke mana. Saat di dalam mobil dia banyak cerita tentang temannya yang akhirnya kutahu kalau mereka itu sedang berpacaran dan sudah bertunangan. Ketika akan melewati sebuah hotel Nani menyuruhku untuk masuk ke dalam hotel itu.

“Mau nginap?” tanyaku.

“Ya ke sini ini tujuan kita,” kata Nani.

Sambil mencari tempat parkir aku berpikir kalau aku sedang mendapat kejutan akan berkencan dengan seorang gadis yang cantik dan gratis karena dia yang mengajak. Setelah menemukan tempat yang aman dari teman sekantor, kami masuk ke dalam dan teman Nani sudah memesan sebuah kamar VIP. Kami pun berjalan mengikuti belboy yang menunjukkan di mana kamar kami.

Sesampainya di kamar, Budi memberi tip kepada belboy dan menutup pintu kamar. Kamar yang unik menurutku, ada dua kasur besar di dalam dua ruangan tanpa pintu yang berseberangan, sebuah ruang tamu lengkap dengan TV, kulkas, AC dan sebuah meja kecil dengan telepon. Kami berempat duduk berpasangan di ruang tamu, aku dengan Nani dan Budi dengan Erika. Tanpa menunggu aba-aba Budi langsung menciumi Erika, dan kurasakan tangan Nani mulai membelai pahaku. Aku pun langsung memeluk Nani dan menciumi bibir sensualnya. Nani pun membalas ciuman itu dengan buas dan liar bagai singa sedang memakan mangsanya. Kemudian Erika bertanya,

“Nan, kamu kamar yang mana?”

“Terserah deh, pokoknya ada kasurnya,” kata Nani.

“Aku masuk dulu ya,” kata Erika.

“Aku juga ah.. nggak enak di sini,” kata Nani.

Sambil menarikku ke dalam kamar dan membaringkan aku dengan sedikit mendorong.

“Mas, aku akan servis kamu lebih dari yang pernah kamu alami,” kata Nani.

“Boleh aja, asal bisa tahan lama,” kataku.

Nani membuka pakaiannya sambil melenggak-lenggokkan pinggul layaknya seorang penari striptease. Setelah pakaiannya habis dia berjongkok sambil menciumi batang kemaluanku yang sudah tegak di dalam celana. Sambil menciumi dia membuka celana dan aku membuka baju sampai telanjang bulat. Dia langsung menciumi dan menjilati kemaluanku yang sudah tegak berdiri dengan gagahnya.

“Mas besar sekali?” tanya Nani.

“Tapi enakkan..” kataku.

“Iya..” katanya.

Kemudian kutarik tubuhnya sehingga aku dapat menciumi lubang kemaluannya dan dia tetap dapat mengulum kemaluanku.

“Mas.. lidahnya.. nakal.. auw.. ah..” katanya sambil mendesah.

“Kamu juga pintar mainin lidah,” kataku.

“Mas.. masukin.. aja.. ya.. aku.. pingin.. ini..” kata Nani.

Sambil memutar tubuhnya, sayub-sayub aku mendengar jeritan nikmat dari kamar seberang.

“Ah.. Mas.. nikmat.. Mas.. ah..” katanya ketika batang kemaluanku masuk dan sambil menaik-turunkan pinggulnya aku merasakan batang kemaluanku mendapat hisapan yang sangat kuat.

“Mas.. oh.. ah.. Mas.. enak.. ah..” desah Nani.

“Ka.. muu.. juga..” selang agak lama dia mulai mempercepat genjotannya dan akhirnya dia orgasme.

“Ah.. Mas.. ah.. enak..”

Aku tahu dia sudah lemas, maka aku membalikkan tubuhnya sambil batang kemaluanku tetap di dalam dan mulai menggenjot tubuhnya.

“Oh.. Mas.. yang keras.. Mas.. ah..” dia berkata sambil mengangkat kedua kakinya sehingga aku dapat menciumi betisnya.

Tak berapa lama, “Mas.. aku.. mau kegh.. luar.. ah.. Mas.. nggak.. kuat..” teriaknya.

“Ta.. han.. sebentar ya.. aku.. juga.. hmmff,” aku mempercepat gerakan dan akhirnya..

“Mas.. ah.. aku.. keluar.. Mas.. aagh.. hmmff.. hmmff..”

“Ah.. ah.. oh..”

Kami mengeluarkan secara bersamaan dan aku mencium keningnya dan dia pun membalas mencium dadaku sambil sedikit menggenjot secara halus untuk mengeluarkan sisa sperma yang belum keluar. “Plok, plok, wah hebat bener sampai Nani harus dua kali keluar,” kata Erika yang sedang memperhatikan kami, ternyata dia dan Budi sudah lama menonton pertandingan kami dan kami tidak menyadarinya.

Setelah membersihkan diri kami berkumpul di ruang tamu sambil berbincang tanpa sehelai benang yang menempel.

“Gimana Nan enak?” tanya Erika.

“Luar biasa Er, aku belum pernah seperti ini,” kata Erika.

“Kalau sama aku?” tanya Budi.

“Kamu sih nggak ada apa-apanya sama dia?” kata Nani sambil menyandarkan kepalanya di dadaku.

“Masa?” tanya Budi.

“Iya, punya dia kan lebih besar dan lebih lama,” kata Nani.

“Kalau lama aku mungkin bisa kan biasanya melayani kalian berdua jadinya capek kan,” kata Budi.

“Gimana kalau nanti kita tukar, aku sama Choly dan kamu sama Budi,” kata Erika.

“Wah rugi aku dapat Budi,” kata Nani.

“Menghina ya,” kata Budi.

“Nggak pa-pa Nan, aku kan juga pingin ngerasain,” kata Erika.

“Kamu mau nggak Mas?” tanya Nani kepadaku.

“Boleh, tapi biasanya yang kedua lebih lama,” kataku.

“Waduh, rugi dua kali nih,” kata Nani.

“Kamu kan kapan-kapan bisa berduaan lagi, kalau aku kan mau menikah,” kata Erika.

“Iya deh,” kata Nani.

Setelah itu Erika dan Nani bertukar tempat dan sekarang Erika berada dalam pelukanku sedangkan Nani bersama Budi. Selang agak lama berbincang-bincang Erika mulai meraba-raba dadaku dan memberikan ciuman kecil pada pentilku. Aku pun membalas dengan membelai lembut buah dada yang tampak menggairahkan itu.

Tak lama kemudian Budi menggendong Nani dan membawanya memasuki kamar tempat Erika dan Budi bermain pada mulanya. Sedangkan Erika semakin buas dan segera mengulum batang kejantananku yang masih tidur dengan nyenyaknya. Aku pun menikmati perlakuan yang diberikan Erika kepada batang kejantanan yang sekarang setengah tiang itu. Tampaknya Erika sangat ahli dalam hal mengulum, buktinya tidak lama kemudian adik kesayanganku itu terbangun dalam keadaan siap tempur. Aku menjadi tidak sabar dengan keadaan itu maka dengan nafsu yang besar kugendong tubuh Erika menuju ke kamar yang satunya lagi. - BandarQ Online

Di dalam kamar langsung kulempar tubuh itu ke atas kasur dan aku pun mulai menciumi daerah liang senggama Erika yang sudah terlihat sangat merangsang. “Emh.. emh.. ahh..” tampaknya Erika mulai merasakan rangsangan yang aku berikan. “Mas.. aku.. pingin.. Mas.. ah..” setelah berkata, dia langsung membalikkan badannya dan sekarang posisi kami saling berhadapan dengan dia di atas dan aku di bawah. Dia mulai mengarahkan batang kemaluanku ke arah kemaluannya dan.. “Ahh..” amblaslah batang kemaluan yang lumayan besar itu. Tanganku pun tak mau tinggal diam, meremas-remas buah dada yang sedang mengayun-ayun di atas dadaku.

“Emh.. ah..” dia pun mulai memainkan pantatnya. Tak berapa lama dia mengejang dan menurunkan pantatnya sampai batang kemaluanku amblas tak terlihat, rupanya dia sudah orgasme, tapi dia tidak seperti habis orgasme tetap menaik-turunkan pantatnya malah semakin cepat. Aku pun merasa nikmat dan dalam waktu singkat aku pun orgasme. Kami pun tertidur kecapaian sambil kemaluanku tetap di dalam liang senggamanya dan kepalanya berada di dadaku. Keesokan harinya kami pulang ke rumah masing-masing, dan sejak kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan Erika lagi, begitu juga Nani, entah kemana mereka, seolah hilang ditelan bumi. Maka aku pun hanya bisa membayangkan tidur bersama mereka berdua. Dan aku semakin sering datang ke warung barangkali bisa bertemu Nani, kalaupun tidak bertemu masih ada keistimewaan dari warung itu, makan sambil ngeseks. - Daftar MEJAPK


Promo Yang Tersedia :
Bonus Turn Over/Rollingan Setiap Hari Senin 0.5%
Bonus Referral 10% + 10% SEUMUR HIDUP!

Berapapun Anda Menang, Akan Kami Bayar!
Minimal Deposit/Withdraw Hanya 20.000 Saja!
Total Bonus JACKPOT Hingga Ratusan Juta Rupiah!

Untuk Informasi yang Lebih Jelas, Silahkan Hubungi Kami di :
Pin BBM : DE0DFAC0
WhatsApp : +855978975095

Gabung Sekarang Juga dan Jadilah Jutawan Bersama Kami di MEJAQQ!
Share:

Minggu, 28 April 2019

Kuentot Perawan Tetangga Sebelahku


DESAHAN PRIA - Kejadian ini terjadi gara-gara istriku yang pulang kampung. Sementara birahi sex ku yang memuncak dan tak bisa terbendung lagi. Yah akhirnya terjadilah cerita ini. Maklumlah di usia setengah baya ini emang gelora seks ku ga pernah ada hentinya minta jatah ngentot sama istriku.

Daripada ga ada yang dientot ya mending ngentot sama gadis tetanggaku yang masih perawan dan memeknya masih sempit trus legit. Oke ga usah panjang lebar langsung aja aku ceritakan pengalaman seks ku.

Minggu sore hampir pukul empat. Setelah menonton CD porno sejak pagi penisku tak mau diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong. Istriku pulang kampung sejak kemarin sampai dua hari mendatang, karena ada kerabat punya hajat menikahkan anaknya. Anak tunggalku ikut ibunya. Aku mencoba menenangkan diri dengan mandi, lalu berbaring di ranjang. Tetapi penisku tetap tak berkurang ereksinya. Malah sekarang terasa berdenyut-denyut bagian pucuknya.

Baca Juga : Ngentot Pembantu yang Super Montok

“Wah gawat gawat nih. Nggak ada sasaran lagi. Salahku sendiri nonton CD porno seharian” gumamku. Aku bangkit dari tiduran menuju ruang tengah. Mengambil segelas air es lalu menghidupkan tape deck. Lumayan, tegangan agak mereda.Tetapi ketika ada video klip musik barat agak seronok, penisku kembali berdenyut-denyut. Nah, blingsatan sendiri jadinya. Sempat terpikir untuk jajan saja. Tapi cepat kuurungkan. Takut kena penyakit kelamin. Salah-salah bisa ketularan HIV yang belum ada obatnya sampai sekarang. Kuingat-ingat kapan terakhir kali barangku terpakai untuk menyetubuhi istriku. Ya, tiga hari lalu. Pantas kini adik kecilku uring-uringan tak karuan. Soalnya dua hari sekali harus nancap.

“Sekarang minta jatah..” Sambil terus berusaha menenangkan diri, aku duduk-duduk di teras depan membaca surat kabar pagi yang belum tersentuh. Tiba-tiba pintu pagar berbunyi dibuka orang. Refleks aku mengalihkan pandangan ke arah suara. Renny anak tetangga mendekat.
“Selamat sore Om. Tante ada?”
“Sore.. Ooo Tantemu pulang kampung sampai lusa. Ada apa?”
“Wah gimana ya..”
“Silakan duduk dulu. Baru ngomong ada keperluan apa”, kataku ramah. ABG berusia sekitar lima belas tahun itu menurut. Dia duduk di kursi kosong sebelahku.
“Nah, ada perlu apa dengan Tantemu? Mungkin Om bisa bantu”, tuturku sambil menelusuri badan gadis yang mulai mekar itu.
“Anu Om, Tante janji mau minjemi majalah terbaru.”
“Majalah apa sih?” tanyaku. Mataku tak lepas dari dadanya yang tampak mulai menonjol. Wah, sudah sebesar bola tenis nih.
“Apa saja. Pokoknya yang terbaru.”
“Oke silakan masuk dan pilih sendiri.”

Agen BandarQ Online - Kuletakkan surat kabar dan masuk ruang dalam. Dia agak ragu-ragu mengikuti. Di ruang tengah aku berhenti.

“Cari sendiri di rak bawah televisi itu” kataku, kemudian membanting pantat di sofa. Renny segera jongkok di depan televisi membongkar-bongkar tumpukan majalah di situ. Pikiranku mulai usil. Kulihati dengan leluasa tubuhnya dari belakang. Bentuknya sangat bagus untuk ABG seusianya. Pinggulnya padat berisi. Bra-nya membayang di baju kaosnya.
Kulitnya putih bersih. Ah, betapa asyiknya kalau saja bisa menikmati tubuh yang mulai berkembang itu.

“Nggak ada Om. Ini lama semua” katanya menyentak lamunan nakalku.
“Nggg.. mungkin ada di kamar Tantemu. Cari saja di sana” Selama ini aku tak begitu memperhatikan anak itu meski sering main ke rumahku. Tetapi sekarang, ketika penisku uring-uringan tiba-tiba baru kusadari anak tetanggaku itu ibarat buah mangga telah mulai mengkal. Mataku mengikuti Renny yang tanpa sungkan-sungkan masuk kekamar tidurku. Setan berbisik di telingaku, “Inilah kesempatan bagi penismu agar berhenti berdenyut-denyut. Tapi dia masih kecil dan anak tetanggaku sendiri? Persetan dengan itu semua, yang penting birahimu terlampiaskan” Akhirnya aku bangkit menyusul Renny. Di dalam kamar kulihat anak itu berjongkok membongkar majalah di sudut. Pintu kututup dan kukunci pelan-pelan.

“Sudah ketemu Ren?” tanyaku.
“Belum Om” jawabnya tanpa menoleh.
“Mau lihat CD bagus nggak?” aku bertanya kembali kepadanya.
“CD apa Om?” jawabnya.
“Filmnya bagus kok. Ayo duduk di sini.” tegasku. Gadis itu tanpa curiga segera berdiri dan duduk pinggir ranjang. Aku memasukkan CD ke VCD dan menghidupkan televisi kamar.
“Film apa sih Om?”
“Lihat saja. Pokoknya bagus” kataku sambil duduk di sampingnya. Dia tetap tenang-tenang tak menaruh curiga.
“Ihh..” jeritnya begitu melihat intro berisi potongan-potongan adegan orang bersetubuh.
“Bagus kan?”
“Ini kan film porno Om?!”
“Iya. Kamu suka kan?” Dia terus ber-ih-ih ketika adegan syur berlangsung, tetapi tak berusaha memalingkan pandangannya.

Memasuki adegan kedua aku tak tahan lagi. Aku memeluk gadis itu dari belakang.“Kamu ingin begituan nggak?”, bisikku di telinganya.
“Jangan Om”, katanya tapi tak berusaha mengurai tanganku yang melingkari lehernya. Kucium sekilas tengkuknya. Dia menggelinjang.

“Mau nggak gituan sama Om? Kamu belum pernah kan? Enak lo..”
“Tapi.. tapi.. ah jangan Om.” Dia menggeliat berusaha lepas dari belitanku. Namun aku tak peduli. Tanganku segera meremas dadanya. Dia melenguh dan hendak memberontak.
“Tenang.. tenang.. Nggak sakit kok. Om sudah pengalaman..”

Tangan kananku menyibak roknya dan menelusupi pangkal pahanya. Saat jari-jariku mulai bermain di sekitar vaginanya, dia mengerang.Tampak birahinya sudah terangsang. Pelan-pelan badannya kurebahkan di ranjang tetapi kakinya tetap menjuntai. Mulutku tak sabar lagi segera mencercah pangkal pahanya yang masih dibalut celana warna hitam.

“Ohh.. ahh.. jangan Om” erangnya sambil berusaha merapatkan kedua kakinya. Tetapi aku tak peduli. Malah celana dalamnya kemudian kupelorotkan dan kulepas. Aku terpana melihat pemandangan itu. Pangkal kenikmatan itu begitu mungil, berwarna merah di tengah, dan dihiasi bulu-bulu lembut di atasnya. Klitorisnya juga mungil. Tak menunggu lebih lama lagi, bibirku segera menyerbu vaginanya. Kuhisap-hisap dan lidahku mengaduk-aduk liangnya yang sempit. Wah masih perawan dia. Renny terus menggelinjang sambil melenguh dan mengerang keenakan. Bahkan kemudian kakinya menjepit kepalaku, seolah-olah meminta dikerjai lebih dalam dan lebih keras lagi.

Oke Non!

Maka lidahku pun makin dalam menggerayangi dinding vaginanya yang mulai basah. Lima menit lebih barang kenikmatan milik ABG itu kuhajar dengan mulutku. Kuhitung paling tidak dia dua kali orgasme. Lalu aku merangkak naik. Kaosnya kulepas pelan-pelan. Menyusul kemudian BH hitamnya berukuran 32. Setelah kuremas-remas buah dadanya yang masih keras itu beberapa saat, ganti mulutku bekerja. Menjilat, memilin, dan mencium putingnya yang kecil.




“Ahh..” keluh gadis itu. Tangannya meremas-remas rambutku menahan kenikmatan tiada tara yang mungkin baru sekarang dia rasakan.
“Enak kan beginian?” tanyaku sambil menatap wajahnya.
“Iii.. iya Om. Tapi..”
“Kamu pengin lebih enak lagi?” Tanpa menunggu jawabannya aku segera mengatur posisi badannya. Kedua kakinya kuangkat ke ranjang. Kini dia tampak telentang pasrah. Penisku pun sudah tak sabar lagi mendarat di sasaran. Namun aku harus hati-hati. Dia masih perawan sehingga harus sabar agar tidak kesakitan. Mulutku kembali bermain-main di vaginanya. Setelah kebasahannya kuanggap cukup, penisku yang telah tegak kutempelkan ke bibir vaginanya. Beberapa saat kugesek-gesekkan sampai Renny makin terangsang.
Kemudian kucoba masuk perlahan-lahan ke celah yang masih sempit itu. Sedikit demi sedikit kumaju-mundurkan sehingga makin melesak ke dalam. Butuh waktu lima menit lebih agar kepala penisku masuk seluruhnya. Nah istirahat sebentar karena dia tampak menahan nyeri.

“Kalau sakit bilang ya” kataku sambil mencium bibirnya sekilas. Dia mengerang. Kurang sedikit lagi aku akan menjebol perawannya. Genjotan kutingkatkan meski tetap kuusahakan pelan dan lembut. Nah ada kemajuan. Leher penisku mulai masuk.
“Auw.. sakit Om..” Renny menjerit tertahan. Aku berhenti sejenak menunggu liang vaginanya terbiasa menerima penisku yang berukuran sedang. Satu menit kemudian aku maju lagi. Begitu seterusnya. Selangkah demi selangkah aku maju. Sampai akhirnya.
“Ouuu..” dia menjerit lagi. Aku merasa penisku menembus sesuatu. Wah aku telah memerawani dia. Kulihat ada sepercik darah membasahi sprei. Aku meremas-remas payudaranya dan menciumi bibirnya untuk menenangkan. Setelah agak tenang aku mulai menggenjot anak itu. - BandarQ Online

“Ahh.. ohh.. asshh…” dia mengerang dan melenguh ketika aku mulai turun naik di atas tubuhnya. Genjotan kutingkatkan dan erangannya pun makin keras. Mendengar itu aku makin bernafsu menyetubuhi gadis itu. Berkali-kali dia orgasme. Tandanya adalah ketika kakinya dijepitkan ke pinggangku dan mulutnya menggigit lengan atau pundakku.

“Nggak sakit lagi kan? Sekarang terasa enak kan?”
“Ouuu enak sekali Om..”

Sebenarnya aku ingin mempraktekkan berbagai posisi senggama. Tapi kupikir untuk kali pertama tak perlu macam-macam dulu. Terpenting dia mulai bisa menikmati. Lain kali kan itu masih bisa dilakukan. Sekitar satu jam aku menggoyang tubuhnya habis-habisan sebelum spermaku muncrat membasahi perut dan payudaranya. Betapa nikmatnya menyetubuhi perawan. Sungguh-sungguh beruntung aku ini.

“Gimana? Betul enak seperti kata Om kan?” tanyaku sambil memeluk tubuhnya yang lunglai setelah sama-sama mencapai klimaks.
“Tapi takut Om..”
“Nggak usah takut. Takut apa sih?”
“Hamil” Aku ketawa.
“Kan sperma Om nyemprot di luar vaginamu. Nggak mungkin hamil dong?” Kuelus-elus rambutnya dan kuciumi wajahnya. Aku tersenyum puas bisa meredakan adik kecilku.

“Kalau pengin enak lagi bilang Om ya? Nanti kita belajar berbagai gaya lewat CD”
“Kalau ketahuan Tante gimana?”
“Ya jangan sampai ketahuan dong” Beberapa saat kemudian birahiku bangkit lagi. Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. - Daftar MEJAPK



Promo Yang Tersedia :

Bonus Turn Over/Rollingan Setiap Hari Senin 0.5%
Bonus Referral 10% + 10% SEUMUR HIDUP!

Berapapun Anda Menang, Akan Kami Bayar!
Minimal Deposit/Withdraw Hanya 20.000 Saja!
Total Bonus JACKPOT Hingga Ratusan Juta Rupiah!

Untuk Informasi yang Lebih Jelas, Silahkan Hubungi Kami di :
Pin BBM : DE0DFAC0
WhatsApp : +855978975095

Gabung Sekarang Juga dan Jadilah Jutawan Bersama Kami di MEJAQQ!
Share:

Jumat, 26 April 2019

Ngentot Pembantu yang Super Montok


DESAHAN PRIA - Gue merupakan anak ke empat dari lima bersaudara yang sekarang berumur 25 tahun. Gue punya pembokat namanya Desi yang sampai sekarang masih setia ngabdi di keluarga gue semenjak masih gadis hingga udah menikah dan kemudian cerai dengan suaminya.

Kriteria pembokat gue dengan postur body menantang toket ukuran 36 B plus bokong yang bak bemper yang padet, tinggi badannya kira kira 160 cm dan berkulit putih, ya karena pembantu gue ini orang asal Kota Bandung, umurnya sekarang kira-kira 29 tahunan lah.

Silakan bayangkan gimana bodynya, gue aja kalo liat dia lagi ngepel langsung otomatis dede gue yang di dalem celana langsung mengeliak saat bongkahan dadanya memaksa keluar dari celah kerah bajunya. Terkadang di pikiran gue terlintas pemikiran kapan yang bisa nyicipin tubuh montok pembokat gue yang aduhai itu, udah naga bonar gak bisa di ajak kompromi lagi, liat sedikit aja langsung bangun dari tidurnya.

Pernah suatu hari gue lagi mau ganti baju di dalam kamar pas waktu itu gue lupa ngunci pintu, tiba tiba gue kaget pembokat gue masuk tanpa ngetuk-ngetuk lagi, mungkin dia pikir udah lama kerja sama keluarga gue dan udah kenal gue dari gue masih SD.\

Baca Juga : Nikmatnya Anak Perawan Rekan Bisnisku

“Eh, lagi ganti baju ya Min?” kata pembantu gue sambil buka pintu kamar gue tanpa ada rasa kegelisahan apa-apa saat liat gue gak pake apa-apa cuma tinggal CD aja yang belom gue lepas.

“Mbak, ketok dulu dong kalo mau masuk kamar Amin, gimana kalo pas masuk Amin lagi telanjang?” celetuk gue sama dia

“Emangnya kenapa sih Min, mbak kan udah lama kerja di keluarga Amin. Lagian kan waktu masih SD juga kamu suka pake CD aja kalo di rumah.” Kata Desi sama gue yang kayaknya acuh terhadap posisi gue yang telanjang.

“Mbak itu kan dulu, waktu saya masih SD. Sekarang kan saya sudah besar. Mbak memang gak malu yah liat saya kalo telanjang bulat gak pake apa-apa?” celetuk asal keluar dari mulut.

“Iiiihhhh malu ngapain? Lagian saya juga gak mau liat. Ya udah sana kalo mau ganti baju, mbak mau beresin kamar kamu nih yang berantakan mulu tiap hari kayak kandang sapi.” kata Desi.

Karena dia menjawab dengan rasa yang tidak keberatan kalo gue ganti baju disaat ada dia. Dengan santai gue mulai turunin CD gue yang nutupin kontol gue yang udah mulai agak kenceng dikit. Tanpa sengaja gue tangkap lirikan matanya yang memandang ke arah selangkangan gue yang di tumbuhin rambut yang lebat.

“Nah.. Tuh ngeliatin mulu, katanya tadi mbak Desi gak mau liat? Sekarang liat mulu.”

“Siapa yang liat? Wong saya lagi beresin sprei yang berantakan ini kok.” bantah dia karena malu mungkin kepergok ngelihat kearah selangkangan gue.

Akhirnya gue tinggal dia di dalam kamar gue yang sedang beresin kamar gue yang berantakan itu, di luar gue jadi teringat gimana yah caranya buat bisa nikmatin tubuh pembantu gue yang bahenol ini, dan gue rasa dia juga kayaknya penasaran sama kontol gue yang gede ini. Buktinya beberapa kali gue pergokin dia ngelirik terus kearah gue.

Pas suatu hari libur, hari minggu keluarga gue pada pergi ke rumah kerabat gue yang mau nikahin anaknya.

“Min, kamu mau ikut gak? Mama semuanya mau pergi ke pesta pernikahan anaknya tante Ami di Bandung nih.” Tanya Mama gue.

“Kapan pulangnya Ma?” Jawab gue sambil ngucek-ngucek mata karena baru bangun.

“Mhhhmmmm.. Mungkin 2 hari deh baru pulang dari Bandung, kan capek dong Min kalo langsung pulang. Kamu tanya kapan pulang, kamu mau ikut gak? Atau mau di rumah saja?” tanya mamaku kembali.

“Kayaknya dirumah aja deh Ma. Abis capek ah, jauh. Lagian besok Amin ada acara sama teman-teman Amin.” jawabku seraya kembali membenamkan kepalaku kembali ke bantal.

“Ya udah, Mama mau berangkat jalan kamu baik-baik yah jaga rumah. Mau apa-apa minta aja sama Mbak Desi ya?”

“Des.. Des.. Desiiii..” panggil Mamaku. - Agen BandarQ Online

“Iya Nyah. Maaf saya lagi nyuci. Kurang denger tadi Nyonya panggil. Kenapa Nya?” Jawab Mbak Desi.

Sambil datang dari belakang yang ternyata sedang cuci baju. Baju yang dikenakan sebetulnya tidaklah menantang, namun karena terkena air sewaktu mencuci menjadi bagian paha dan dadanya seakan transparan menantang.

“Desi. Kamu jaga rumah yah selama saya dan tuan pergi ke Bandung.” Ucap Mama.

“Iya Nyah, beres,” jawab kembali pembokat gue itu ke mama gue.

Setelah kira kira selang beberapa jam setelah keberangkatan mama gue. Akhirnya gue keluar dari kamar hendak buang air kecil. Jarak antara tempat pembantu gue nyuci sama kamar mandi deket banget, waktu gue jalan ke kamar mandi, gue liat pembantu gue yang lagi nyuci baju dengan posisi duduknya yang buat naga di dalam cd gue bangun.

Pembantu gue pake T-shirt putih yang tipis karena dah lama di tambah lagi kaosnya kena air, secara langsung keliatan jelas banget BH krem yang dipake pembantu gue berserta paha mulusnya yang udah agak terbuka karena duduknya hingga keliatan CD putihnya.

“Anjriiit, mulus juga nih pembantu gue meskipun udah janda anak satu tapi dari paha dan teteknya masih keliatan kenceng, kayak cewek yang belum pernah kesentuh sama laki-laki.” oceh gue dalam hati sambil kencing trus ngelirik ke pahanya yang mulus itu.

Sambil kencing gue mikir gimana caranya buka omongan sama pembantu gue, biar gue bisa agak lamaan liat CD dan teteknya yang aduhai itu. Pantes banyak tukang sayur selalu suka nanyain Mbak Desi mulu kalo tiap pagi.

“Mbak gimana kabar Ani, sekarang udah umur berapa? Mbak Desi kok bisa sampai cerai sih sama suaminya?” Iseng gue tanya seputar hubungan dia sama mantan suaminya yang sekarang udah cerai, dan kenapa bisa sampai cerai, gugup juga sih gua waktu nanyanya kayak gue nih psikolog aja.

“Kok tiba tiba Amin tanya tentang itu sih sama Mbak?”

“Gak pa-pa kan Mbak?”

“Anak mbak sekarang udah umur lima tahun, mbak cerai sama suami mbak karena dia pengangguran. Mau nya enak doang. Mau bikinnya tapi gak mau besarin. Ya lebih baik mbak minta cerai aja, masa sih mbak sendiri yang banting tulang cari uang, sedangkan suami mbak cuman bangun, makan, main judi sampai subuh. Males Min punya suami pengangguran, lebih baik sendiri, sama aja kok” Jawab pembantu ku panjang lebar, seraya tangannya tetap membilas baju yang sedang ia cuci.

Ini dia masuk ke dalam dialog yang sebenarnya akhirnya pembicaraan yang gue maksud agar gue arahin pembicaraan hingga tentang persoalan hubungan intim.

“Lah, bukannya enakan punya suami, mbak? Daripada gak ada?”

“Enak dari mananya Min? Punya suami sama gak punya sama aja ah.”

“Loh beda dong mbak?”

“Beda dari mananya Min? Coba jelasin, aah kamu ngomongnya kayak kamu dah pernah ngerasain menikah aja sih Min.” tanya pembantuku sambil bercanda kecil.

“Yah beda lah mbak, dulu kalo masih ada suami kan kalo lagi pengen tinggal minta sama suami mbak, sekarang udah cerai pas lagi pengen, mau minta sama siapa?” Jawab gue sambil menjuruskan kalimat-kalimat yang gue tuju ke hal yang gue inginin.

“Maksud Amin apa sih? Mau apa? Ngomongnya jangan yang bikin mbak bingung dong Min.”

“Gini mbak, maksudnya apa mbak gak pernah pengen atau kangen sama ini nya laki laki.” Waktu gue ngomong gitu sambil gue turunin dikit celana pendek gue, trus gue keluarin punya gue ngadep ke depan mukanya.

“Iiih gede banget punya kamu Min? Punya mantan suami mbak sih gak begitu gede kayak gini.” Jawab mbak Desi sambil melotot ke kontol gue yang udah super tegang, karena dari tadi udah minta di keluarin.

“Kangen gak sama Kontol laki laki mbak?” Tanya gue kembali yang sempat membuyarkan pandangan mbak Desi yang daritadi tak lepas memandang kontol gue terus.

“Waduh mbak gak tahu deh Min. Kalo punya mbak dimasukin sama punya kamu yang gede kayak gini. Gimana rasanya mbak gak bisa ngebayangin.”

“Lho.. Mbak saya kan gak tanya apa rasanya dimasukin sama punya saya yang lebih gede dari punya mantan suami mbak. Saya kan cuman tanya apa mbak gak kangen sama punyanya laki-laki?” Padahal di dalam hati gue udah tahu keinginan dia yang pengen ngerasain kontol gue yang super size ini.

“Mmmmhhhhh.. Maksud mbak Desi sih, ya ada kangen sama punya laki-laki. Tapi kadang-kadang mbak tahan aja, abis mbak kan dah cerai sama suami.” Jawab mbak Desi yang keliatan di pipinya merona karena merasa jawabannya ngawur dari apa yang gue tanyain ke dia.

“Mbak.. Boleh gak saya pegang tetek mbak?”

“Iiihhhh, Min kok mintanya sama mbak sih? Minta dong sama pacar Amin. Masa sama mbak?”

“Ya gak pa pa sih, saya mau ngerasain begituan sama mbak Desi. Gimana sih begitu sama cewek yang udah pernah punya anak. Boleh yah mbak?” Kata gue sambil mendekatkan kontol gue lebih dekat ke mulutnya.

“Iiihhhh Min, punya kamu kena mulut mbak nih. Memangnya kamu gak malu gituan sama mbak Desi?” jawab mbak Desi sambil merubah posisi duduknya sambil menghadap ke kontol gue dan ngelepasin baju yang sedang dia bilas.

“Ya gak lah. Lagian kan gak ada yang tahu, kan sekarang gak ada orang selain mbak Desi sama saya?” jawab gue sambil yakinin ke dia, biar di mau kasih yang gue pengen.

“Tapi jangan keterusan yah? Trus kamu mau di apain sama mbak?”

“Mbak mulutnya di buka dikit dong, saya mau masukin punya saya ke dalam mulut mbak Desi…”

“Iih.. Gak ah jijik.. Masa punya kamu di masukin ke dalam mulut mbak? Mbak aja nggak pernah lakuin kayak gini sama mantan suami mbak, gak ahh.” Tapi posisi tangannya sekarang malah megang kontol gue sambil ngocok ngocok maju mundur.

“Cobain dulu mbak enak lho. anggap aja mbak Desi lagi ngemut permen lolipop atau es krim yang panjang.” Rayu gue ngarep mbak Desi mau masukin kontol gue ke dalam mulutnya yang mungil itu.

Akhirnya permintaan gue diturutin tanpa banyak ngomong lagi mbak Desi majuin mukanya kearah kontol gue yang udah super tegang itu kedalam mulutnya yang mungil, dia emut kontol gue maju mundur yang terkadang diselingin jilatan-jilatan yang bikin gue pegang kepalanya trus gue tarik maju hingga kepala kontol gue mentok sampe kerongkongan mbak Desi.

“Oooooohhhh.. Mbak emut truuuus mbak.. Ennnnak banget.” Sambil tangan gue mulai turun megang teteknya yang menggoda itu.

Tangan gue masuk lewat kerah kaosnya, trus langsung gue remes teteknya. Tangan mbak Desi juga kayaknya gak mau kalah sama gue. Dia malah makin ngedorong pantat gue dengan tangannya hingga hidungnya nempel sama jembut gue…

Karena tempatnya kurang tepat untuk bertempur lalu gue ajak mbak Desi ke ruangan tengah sambil ngemut kontol gue jalan ke ruangan tengah. Mbak Desi merangkak seperti anjing yang haus sex gak mau lepas dari kontol gue, merangkak berjalan ngikutin langkah kaki gue yang mundur ke arah ruang tengah. Gue liat mulutnya yang mungil sekarang terisi kontol gue tangannya sambil remas-remas teteknya sendiri.

”Mbak Desi lepasin dulu dong kontolnya, buka dulu baju mbak Desi. Ntarkan mbak juga nikmatin sepenuhnya punya saya.”

” Min, punya kamu enak banget. Mbak kira dari dulu jijik kalo liat cewek ngemut punyanya cowok. Eh ternyata nikmatnya bener-bener bikin ketagihan Min.”

Dengan cepat mbak Desi membuka seluruh baju dan roknya yang tadi basah karena kena air. Wooow, sungguh pemandangan yang sangat indah. Kini di hadapan gue telah ada seorang wanita yang telanjang tanpa tertutup sehelai benang pun berjalan menghampiri gue dengan posisi doggie style mbak Desi kembali memasukkan kontol gue ke dalam mulutnya yang mungil itu.

Dengan jelas bisa gue liat buah dada yang gelantungan dan bongkahan pantat yang begitu padat, yang selama ini udah banyak bikin kontol gue penasaran pengen diselipin diantara bongkahan itu.

Nafas suara mbak Desi semakin lama semakin membara terpacu seiringin dengan birahi yang selama ini terkubur didalam dirinya. Sekarang terbangun dan mendapatkan suatu kepuasan seks yang selama ini ia tahan-tahan.

Sementara mbak Desi ngemut kontol gue, gue remas teteknya yang menantang itu terkadang gue pegang memek nya yang ternyata udah banjir oleh cairan kenikmatan. Gue tusuk-tusuk jari tengah gue ke dalam memeknya hingga mbak Desi ngeluarin desahan sambil meluk pantat gue.

”Mmmmhhhh.. Ooooooohhhh..” Desahannya begitu menambah gue buat semakin cepat menusuk nusuk liang kenikmatannya semakin cepat.

“Min, oooooohhhh.. Min, enak Min. Enakkkk..” Desahan mbak Desi benar-benar membuat gue semakin terangsang, tusukan jari yang gue sodok-sodok pun semakin gencar.

”Aaaaaahhhh.. Amiiiinnnn.. Oooohhhhh Ammiiiinnnn.. Mbakkkk klllluuuaarrr..” Bersamaan dengan desahan mbak Desi yang panjang, akhirnya mbak Desi telah mencapai puncak kenikmatannya yang terasa di jari tengah yang gue sodok-sodok ke lubang memek nya waktu mbak Desi menyemprot cairan kenikmatannya.



Karena mbak Desi telah mengalami organismenya yang pertama, maka gue pun tak mau kala. Irama sodokkan kontol gue percepat kedalam mulut mbak Desi berkali-kali hingga desahan panjang gue pun mulai keluar yang menandakan sperma gue akan muncrat.

”Mbak, Amin mau kkkkelllluaaar.. Aaaahhhh, sedot mbak, sedot peju Aminnnnn!” Kata gue sama Mbak Desi sambil menahan kepalanya untuk memendamkan kontol gue hingga masuk ke tenggorokannya. Namun Mbak Desi meronta-ronta tidak menginginkan sperma gue keluar di dalam mulutnya. sia-sia rontahan Mbak Desi, Sperma gue akhirnya keluar hingga penuh di dalam mulutnya.

Gue semburkan berkali-kali peju gue di dalam mulut mbak Desi. Meskipun pada saat Mbak Desi tidak ingin menelan Sperma gue namun gue memaksanya untuk menelannya dan menikmati Sperma gue yang segar itu.

Posisi mbak Desi masih sama seperti sebelumnya, namun sekarang kakinya seperti kehilangan tenaga untuk menahan berat badannya mengalami kenikmatannya, dari sela sela bibirnya mengalir sisa sperma gue yang gue paksa buat dia jilat kembali. Tubuh mbak Desi kini terkapar tak berdaya namun menampilkan sosok wajah penuh dengan kepuasan yang selama ini tak dia dapatkan. Melihat ekspresi wajahnya membuat gue kembali semakin nafsu karena dari tadi gue anggap hanyalah pemanasan. Mulai dari sekarang adalah permainan yang sesungguhnya.

Setelah itu gue berjalan mendekat ke tubuh mbak Desi yang sedang lemes, trus menelentangkan posisi tubuhnya dan gue renggangkan kedua belah pahanya. Dengan tangan sebelah kanan gue genggam kontol gue yang udah tegang terus menerus mengesek gesekan kepala kontol gue di atas permukaaan memek mbak Desi yang udah licin, basah karena cairan kenikmatan miliknya.

Saat gue mau menjebloskan kontol gue yang udah menyibak bibir memeknya, tiba tiba mbak Desi menahan dada gue dan berharap gue gak masukin kontol gue ke dalam memeknya yang sudah lima tahun gak pernah terisi sama kontol laki-laki.

Karena saat itu nafsu gue udah sampe otak, gue dah gak perduli lagi sambil tetap ngeliat ke bawah tempat dimana kontol gue sekarang akan menembus liang kenikmatan yang sungguh-sungguh mengiurkan.

“Tenang mbak tahan dikit, saya ngerti mungkin kontol saya terlihat terlalu besar dibandingkan memek mbak. Tapi nanti disaat udah masuk kedalam memek mbak, nikmatnya akan 10x lipat nikmat yang pernah mbak Desi rasain sama mantan suami mbak.” Gue bisa liat di matanya takut saat detik detik gue akan menghujang basoka yang besar ini kedalam memeknya yang terbilang sempit.

”Miiiinn.. Peeellllannn.. Mbak ngeri liat punya kamu yang besar banget itu.” Kata mbak Desi sambil melirik ke arah basoka rambo yang siap mengaduk-aduk isi memeknya.

”Iya.. Amin coba pelan-pelan masukinnya. Mbak tahan dikit ya, mungkin karena dah lama aja kali mbak.” Kataku kembali kepada mbak Desi seraya meyakinkan hatinya.

Sambil kembali menaikkan kembali libidonya, gue gesek gesek kepala kontol gue tepat diatas bibir memeknya yang mulai kembali basah sama cairan kewanitaannya. Terkadang gue selipin sedikit demi sedikit ke dalam liang memeknya mbak Desi, lalu gue tarik kembali dan mengesekkan kembali ke memek nya yang merah segar itu.

”Hhmmmmm.. Eeee.. Ssstttt.. Miiiin.. Miiiin.. Kamu apain punya mbak?” Tanya mbak Desi sambil matanya terpejam mengigit bibir bawahnya sendiri.

”Miiin.. Udah dong.. Jangan bikin mbak Desi kayak gini trus.. Masukin aja Miin..”

”Mbak mohon kasihan kamu, masukin aja.. Mbak gak tahan lagi.. Ooohhhh.. Eemmmm..” Rengek mbak Desi sama gue mengharap segera kontol gue masuk ke dalam memeknya dan memompa dia.

”Tahan mbak ya?” Lalu tanpa menunggu jawaban selanjutnya gue tancapkan seluruh batang kontol gue yang udah dari tadi mau mengobok-ngobok memeknya.

”Miiiiiinn..” Sahut mbak Desi di saat pertama gue terobos memeknya, tangannya langsung merangkul leher gue. Seperti orang yang menggantungkan setengah badannya.

” Pelan.. Pelan.. Miiiinnnn.. Nyeri.. Bannngeeeetttt..”

Namun gue gak sahutin ucapan mbak Desi, karena gue lagi nikmatin sesuatu yang memijit kontol gue yang terkadang menyedot-nyedot kontol gue ini. Rasanya begitu nikmat hingga gue tancap lagi lebih dalam sampai terasa kontol gue mentok di dasar rahim mbak Desi yang montok ini. Desahan liar mbak Desi pun semakin tak karuan, terkadang dengan tangannya sendiri mbak Desi memelintir puting susunya yang udah mengeras..

”Gimana Mbak masih sakit? Sekarang rasanya apa? Enak gak mbak?” tanya gue kepada mbak Desi setelah gue liat raut mukanya yang penuh dengan ekspresi kenikmatan. - BandarQ Online

Gerakan dan goyangan pinggulnya yang mengikuti irama enjotan gue pun semakin lama semakin liar. Kadang-kadang pantatnya dihentakkan keatas yang berbarengan dengan sodok-sodokan yang gue hujam ke memeknya.

”Miiiinn.. Miiinn.. Kamu hebat banget Minn..”

”Miiin.. Mmmmmaaauuu.. Mmmmmbbbaaakk keluar nih.. Ooooooohhhh..“

Cengkraman tangannya di punggung gue dan lipatan kedua kakinya pada pinggang gue bersamaan dengan erangan panjang yang menandai bahwa mbak Desi akan menyemburkan air kenikmatannya. Karena gue masih ngaceng dan semakin bertambah bernafsu setelah ngeliat raut muka seorang janda beranak satu ini merasa kepuasaan, lalu tanpa banyak buang waktu lagi.

Gue langsung membalikkan tubuh mbak Desi dan memintanya untuk menungging, ternyata mbak Desi tanpa bertanya kembali dia menuruti permintaan gue yang ingin cepat-cepat menghajar kembali memeknya dengan gaya doggie style.

”Amiin, kamu memang hebat Miin. Mbak baru pertama kali di entot sama laki-laki lain selain mantan suami mbak sendiri.“

”Miin, sekarang kamu mau apain aja mbak ikutin aja yang penting mbak bisa ikut nikmatin punya kamu Miin” Kata mbak Desi sambil mempersiapkan memeknya dengan membersihkan memeknya dari cairannya sendiri yang mengalir hingga di kedua pangkal pahanya. Beberapa kali ia seka memeknya sendiri hingga bersih dan terlihat kering kembali dan siap untuk disantap kembali.

Sekarang di hadapan gue mbak Desi sudah siap dengan 2 pasang bongkahan pantatnya yang masih kenceng, dengan posisi kepalanya lebih rendah dari pada pantatnya. Liang kewanitaannya seakan akan menantang kontol gue untuk memompa memeknya kembali. Jelas terlihat belahan bibir memeknya yang membuka sedikit mengintip dari celah daging segar karena barusan gue entot.

Dengan tangan sebelah kanan gue pegang batang kontol gue dan tangan sebelah kirinya gue membuka belahan pantatnya yang mulus sambil terkadang gue usap permukaan memeknya yang tandus bukan karena suka di cukur namun memang sudah keturunan, setiap wanita dikeluarga tidak akan memiliki bulu/jembut pada memek. Sungguh indah sekali pemandangan yang terpampang, memek yang mengiurkan terjepit oleh dua bongkahan pantatnya yang bahenol itu.

Kumajukan kontol gue hingga menempel di permukaan memek mbak Desi, mengorek-ngorek permukaan memeknya dengan kepala kontol gue. Ternyata apa yang gue lakukan ini sangat dinikmati oleh mbak Desi sendiri yang terkadang selalu mendesah setiap kali bibir memeknya tersibak karena gesekan kepala kontol gue.

Lalu dengan gerakan perlahan gue tusuk memek mbak Desi perlahan biar sensasi yang timbul akan semakin nikmat disaat itilnya ikut masuk bersama dengan dorongan kontol gue yang mulai terpendam.

”Geli banget Min rasanya, tapi lebih enak Min rasanya daripada sebelumnya..”

”Minn, lebih keras Minn. Puasin mbak Minn..” Pinta mbak Desi.

”Minn.. Lagiiii.. Laggiii.. Minn.. Lebiiihhh kencenggg lagi..” Pinta kembali mbak Desi sambil mulutnya yang terengap-engap seperti ikan yang baru saja keluar dari air.

Hujaman kontol gue kini semakin cepat dan semakin gencar ke dalam memeknya hingga menimbulkan suara-suara yang terjadi karena sodokan-sodokan kontol gue itu. Tingkat aktivitas yang gue lakukanpun kini semakin gencar. Tangan gue memeras buah dada mbak Desi hingga erangan mbak Desi pun semakin menjadi tak kala hentakan kontol gue yang kencang mengesek dinding liang kewanitaannya.

Cukup lama juga gue memompa mbak Desi dengan style doggie ini, hingga gue menyuruh mbak Desi berganti variasi seks. Posisi mbak Desi sekarang tidur terlentang namun kakinya menimpa pada kaki sebelahnya dan badannya agak miring, dengan posisi ini memeknya yang terhimpit terlihat seakan membentuk belahan memek.

Lalu kembali lagi gue masukin kontol gue yang masih keras ini kedalam memek mbak Desi, dengan tangan sebelah gue menahan di pinggulnya. Kali ini dengan mudah kontol gue masuk menerobos liang kewanitaannya, enjotan gue kali ini benar benar nikmat banget karena sekarang posisinya kontol gue serasa di jepit sama pantatnya.

Setiap dorongan kontol gue menimbulkan sensasi yang lebih di raut muka mbak Desi. Mukanya mendahak ke arah gue sambil memegang lengan tangan sebelah kiri sambil mulutnya terbuka.

”Mbak.. Enak gak kontol Amin?” Tanya gue sama mbak Desi dengan nafas yang terengah-engah.

”Enaaaak Miin.. Truuus Miin.. Jangan berhenti..”

”Ngomong dong mbak Desi kalo mulai saat ini mbak memang pelacur Amin.. Mbak suka banget sama kontol Amin.” Suruh gue ke mbak Desi buat niru ucapan gue.

”Mbak memang pelacur Amin.. Kapan aja Amin mau, mbak akan layani.. Sssstttt.. Min..”

”Mbak suka bangeeeeet koooontol Amiiin. Ennnntotin mbak tiap hari Miiin.. Entotin trussss..“

Mendengar seruan mbak Desi yang tertahan-tahan karena nafsu yang besar kini sudah menyelubungi seluruh saraf ditubuhnya, menambah birahi gue semakin memuncak. Menambah gue semakin cepat dan cepat mengentotin mbak Desi, sampai sampai goyangan buah dadanya seiringan dengan dorongan yang gue berikan ke dalam memeknya. Akhirnya mbak Desi mencapai puncaknya kembali, sambil memasukan jarinya kedalam lubang anusnya sendiri.

”Miiin.. Mbak, mmmmauuuu. Kellllluaaar laaagiiii.. Oooohhhh.. Miiinnnn..” Erang mbak Desi yang hendak memuncratkan air semakin membuat gue terangsang karena mimik mukanya yang sungguh sungguh menggairahkan.

Dengan badan yang telah lunglai, mbak Desi terkapar seperti orang yang lemah tak berdaya. Namun pompaan kontol gue yang keluar masuk tetap gak berhenti malah semakin lama semakin cepat. Tiba-tiba gue ngerasain sesuatu yang berdenyut denyut disekitar pangkal kontol gue.

Dengan keadaan mbak Desi yang sudah tidak berdaya gue terus mengentotin memeknya tanpa memperdulikan keadaan mbak Desi yang sekujur tubuhnya berkeringat karena kelelahan setelah gue entotin dari tadi.

”Mbaaaak.. Aminn mmmaaau.. Kkkeluarrrr.. Aaaahhhh..” Seruku disaat sesuatu hendak mau menyembur keluar dan terus menerus memaksa.

Gue keluarin semuanya di memek mbak Desi, gue tersenyum puas dan mencabut kontol gue dari dalam memek mbak Desi lalu memangku kepalanya dan meminta mbak Desi membersihkan bekas bekas cairan gue yang bececeran di selangkangan gue.

Sejak saat itu nggak pernah gue sia-sia in saat berdua dirumah, setiap saat gue mau, langsung gue entot mbak Desi. Saat mbak Desi lagi ngegosok baju tiba tiba gue sergap dia dari belakang dan langsung buka celananya dan gue entot mbak Desi dalam keadaan berdiri dan selalu gue keluarin di dalam memeknya.

Terkadang gue suruh mbak Desi isep punya gue lalu gue keluarin di dalam mulutnya serta langsung ditelan olehnya. Hari-hari yang sangat sungguh indah selama beberapa hari gue selalu entotin mbak Desi dengan berbagai variasi seks hingga sampai mbak Desi sekarang hebat dalam mengemut kontol gue.

Mbak Desi pun gak pernah menolak saat gue membutuhkan memeknya karena dia juga sudah ketagihan sodokan kontol gue. Sering malam malam mbak Desi suka masuk ke kamar gue dan suka sepongin kontol gue hingga gue bangun dan langsung gue entot mbak Desi. - Daftar MEJAPK


Promo Yang Tersedia :
Bonus Turn Over/Rollingan Setiap Hari Senin 0.5%
Bonus Referral 10% + 10% SEUMUR HIDUP!

Berapapun Anda Menang, Akan Kami Bayar!
Minimal Deposit/Withdraw Hanya 20.000 Saja!
Total Bonus JACKPOT Hingga Ratusan Juta Rupiah!

Untuk Informasi yang Lebih Jelas, Silahkan Hubungi Kami di :
Pin BBM : DE0DFAC0
WhatsApp : +855978975095

Gabung Sekarang Juga dan Jadilah Jutawan Bersama Kami di MEJAQQ!
Share:

Kamis, 25 April 2019

Inilah Superhero yang Akan Muncul di 'AVENGERS: ENDGAME' Nanti


DESAHAN PRIA - Setelah film CAPTAIN MARVEL yang berhasil memukau, Marvel Cinematic Universe kembali menghadirkan sekuel terakhir dari Avengers yang dirilis bulan depan. yaitu AVENGERS: ENDGAME yang dikabarkan akan menjadi film terbesar box office. Penasaran siapa saja superhero yang bakal muncul? Yuk kita simak saja.

1. Captain Marvel


Superhero terkuat di Avengers ini dipastikan akan hadir dalam AVENGERS: ENDGAME. Hal itu telah dinyatakan secara terbuka oleh Kevin Feige. Meskipun Captain Marvel tidak banyak ditampilkan pada trailer film tersebut. So, yang mau liat aksi si Supergirl versi Marvel ini wajib nonton film yang satu ini.

Baca Juga : Yuk Lebih Mengenal Roseanne Park Chae Young A.K.A Rose BLACKPINK!

2. Captain America


Steve Rogers, sang Captain America tentu ada dalam film. Pasalnya ia adalah tokoh yang akan memimpin Avengers walaupun Tony Stark telah kembali. Sedikit informasi, AVENGERS: ENDGAME ini akan menjadi film terakhir Chris Evans memerankan superhero Marvel.

3. Thor


Tokoh superhero ini dikisahkan memiliki rasa dendam yang paling besar dalam film AVENGERS: ENDGAME. Itu karena Thor marah besar sebab dia telah kehilangan ayah, adik, dan sahabatnya. Namun Thor tidak terlihat cukup dekat dengan Avengers, melainkan pada anggota Guardian of the Galaxy, Rocket Raccoon. - Agen Bandarq Online

4. Iron Man


Setelah terperangkap dalam kapal ruang angkasa bersama Nebula. Bahkan kesusahan untuk membebaskan diri. Tony Stark, sang Iron Man tersebut dipastikan akan kembali dan muncul dalam AVENGERS: ENDGAME. Dan pastinya dengan new suit yang bakalan lebih canggih dan mematikan.

5. Ant Man


Scott Lang, sang Ant Man ini terjebak dalam Quantum Realm. Setelah memberi akses teknologi untuk melawan Thanos, Dikonfirmasi akan hadir dalam AVENGERS: ENDGAME dan digadang-gadang menjadi katalis atau peran yang sangat berpengaruh dalam film ini. Seperti apa ya? Eitssss, nggak boleh spoiler dong.

6. Black Widow



Superhero yang tercantik diantara anggota AVENGERS lainnya ini diketahui cukup dekat dengan Captain America, dipastikan ikut meramaikan AVENGERS: ENDGAME. Mereka akan saling mendukung dan bekerjasama melawan Thanos. Namun tetap, Black Widow berjalan di bawah pengawasan dan perintah Captain America. Karena menurutnya sikap, sifat dan pola pikir Captain America memiliki kesamaan dengannya.

Meski terlihat lemah diluar namun jangan salah, pada komiknya Black Widow ini adalah satu-satunya karakter AVENGERS yang dapat mengangkat palu milik Thor. Bahkan sekelas Hulk pun tidak sanggup membuat palu tersebut bergeming 1 cm pun. Dikatakan hanya hati yang bersih dan tegar yang dapat mengangkat palu Thor tersebut.

7. Hulk dan Bruce Banner


Meskipun hubungan Hulk dan Bruce Banner renggang. Mereka tetap muncul dalam AVENGERS: ENDGAME, Bruce Banner berjuang mengambil alih Hulk. Sedangkan Hulk bertarung bersama Avengers dan kedua tokoh diperankan oleh aktor yang sama yakni Mark Ruffalo.

8. Hawkeye


Setelah kematian keluarga Clint Barton atau Hawkeye ini terjadi secara tiba-tiba. Dikabarkan dia akan hadir dalam AVENGERS: ENDGAME. Namun dia akan tampil dengan menggunakan mantel ronin juga kerudung. Persis seperti komiknya ya!

9. Nebula


Diceritakan sebagai tokoh yang dapat merebut Gauntlet dari Thanos. Hadir pada AVENGERS: ENDGAME setelah bekerja keras membebaskan diri karena terkurung di luar angkasa bersama Iron Man. Nebula adalah sosok penjahat GUARDIANS OF THE GALAXY dan berubah menjadi superhero. Menurut alur yang berjalan, Nebula ini merupakan anak dari Thanos lho! - Bandarq Online

10. Rocket Raccoon


Terakhir muncul bersama Avengers saat berada di Wakanda. Satu-satunya anggota GUARDIANS OF THE GALAXY yang selamat dan terlibat dalam AVENGERS: ENDGAME tersebut. Dikabarkan akan muncul dan menjalankan suatu misi seorang diri.

11. War Machine


Siapa duga tokoh yang awalnya hanya karakter pendukung ini. Kini menjadi superhero Marvel dan muncul mengenakan baju besi. Benar saja War Machine akan meramaikan juga beraksi dalam AVENGERS: ENDGAME kali ini.

Nah, itulah beberapa karakter Superhero yang akan muncul pada film AVENGERS: ENDGAME ini. Mungkin akan ada tambahan Superhero yang nantinya akan muncul, so pastikan kamu nonton film ini ya. Bagi fans Marvel, film ini tidak mungkin dilewatkan begitu saja.

Film ini akan tayang perdana pada tanggal 24 April 2019 di bioskop kesayangan kamu. Jangan lupa untuk ditonton ya!

AVENGERS, ASSEMBLE! - Daftar MEJAPK


Cari BO Terpercaya?
Bosen Main Kalah Melulu?
Menang Besar Nggak Dibayar?

MEJAQQ Hadir Menjawab Keluh Kesah Anda Semua!
Kini Para Bettor Bisa Bermain 8 Permainan Dalam 1 User ID
Dimana Dan Kapanpun Saja!
Dilengkapi Dengan Bonus CASHBACK 0,5% Dibagikan Setiap Senin
Dan Bonus REFERRAL 10% + 10% Seumur Hidup!

Jadi, Tunggu Apalagi?
Daftar, Login, Deposit, Main, Dan Withdraw Dana Kemenangan Anda Sekarang Juga Di MEJAQQ!

Contact Us :
Pin BBM : DE0DFAC0
WhatsApp : +855978975095
Fanspage : @csmejapk
Share:
Copyright © Kumpulan Cerita Sex Panas Dan Berita Viral Indonesia TERUPDATE | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com